Listrik padam sesaat saja bisa membuat server mati mendadak, data rusak, dan jaringan kantor terputus. UPS (Uninterruptible Power Supply) melindungi perangkat dari kondisi tersebut. Namun dalam konsultasi dengan klien, kami sering melihat bahwa cara memilih UPS untuk server tidak cukup hanya dengan melihat angka kapasitas. Berikut hal-hal yang tim Techarg perhitungkan saat merekomendasikan UPS yang tepat untuk server dan perangkat jaringan kantor.
Memahami VA dan Watt pada UPS untuk Server
Kapasitas UPS biasanya ditulis dalam dua satuan:
- VA (Volt-Ampere): daya semu, angka yang sering tercantum besar di nama produk.
- Watt: daya nyata yang benar-benar bisa ditanggung UPS.
Yang paling menentukan adalah Watt. Perbandingan Watt terhadap VA disebut power factor. UPS 1,000 VA dengan power factor 0.9 mampu menanggung beban hingga 900 Watt. Karena itu, saat menyusun rekomendasi, tim kami selalu berpatokan pada angka Watt di spesifikasi, bukan angka VA yang tercantum di nama produk.
Jenis UPS untuk Server dan Jaringan
| Jenis | Cara kerja | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Offline/standby | Beralih ke baterai saat listrik padam | PC individual, perangkat ringan |
| Line-interactive | Menstabilkan tegangan dan beralih ke baterai saat padam | Switch, router, PC kantor, NVR CCTV |
| Online double-conversion | Perangkat selalu mendapat daya bersih dari inverter, tanpa jeda perpindahan | Server, storage, dan perangkat kritikal |
Untuk server dan perangkat yang harus berjalan 24 jam, kami merekomendasikan UPS online karena tidak ada jeda saat listrik beralih ke baterai, sehingga pilihan ini paling aman bagi perangkat kritikal.
Cara Menghitung Kapasitas UPS untuk Server
Saat konsultasi, tim kami menghitung kapasitas UPS dengan langkah berikut:
- Mendaftar semua perangkat yang akan disambungkan: server, storage, switch, router, firewall, dan NVR.
- Mencari konsumsi daya (Watt) setiap perangkat dari spesifikasinya, lalu menjumlahkannya.
- Menambahkan cadangan sekitar 20–30% agar UPS tidak bekerja di batas maksimal dan masih ada ruang untuk penambahan perangkat.
Contoh:
| Perangkat | Daya |
|---|---|
| Server | 450 W |
| Storage NAS | 80 W |
| Switch PoE | 150 W |
| Firewall dan router | 40 W |
| Total | 720 W |
| Total + cadangan 25% | 900 W |
Pada contoh ini, kapasitas UPS yang kami rekomendasikan minimal sekitar 900 Watt. Angka di atas hanya ilustrasi; dalam praktik, perhitungan kami selalu memakai konsumsi daya perangkat klien yang sebenarnya.
Berapa Lama Waktu Backup UPS yang Dibutuhkan?
Durasi backup bergantung pada kapasitas baterai dan besarnya beban. Karena itu, hal pertama yang kami tanyakan kepada klien adalah tujuan pemakaian UPS-nya:
- Cukup untuk shutdown aman (beberapa menit): UPS dengan baterai internal biasanya memadai, ditambah software yang mematikan server otomatis.
- Tetap beroperasi selama listrik padam: dibutuhkan baterai eksternal tambahan atau genset, dengan UPS sebagai jembatan saat genset menyala.
Tips Perawatan UPS Server
Dari pengalaman tim kami di lapangan, UPS yang terawat jauh lebih bisa diandalkan saat benar-benar dibutuhkan. Yang biasa kami rekomendasikan:
- Pengujian UPS secara berkala dengan simulasi pemadaman.
- Penggantian baterai sesuai rekomendasi pabrikan, umumnya setiap beberapa tahun.
- Penempatan UPS di ruangan yang sejuk, karena panas memperpendek umur baterai.
- Koneksi UPS ke server lewat kabel data atau jaringan agar bisa memicu shutdown otomatis.
Kesimpulan
Dalam setiap rekomendasi UPS, tim kami berpatokan pada daya dalam Watt, menambahkan cadangan kapasitas, dan mengutamakan UPS online untuk server serta perangkat kritikal. Sejak awal kami juga memetakan bersama klien apakah UPS hanya untuk shutdown aman atau untuk menjaga operasional tetap berjalan.
Techarg menyediakan UPS dari brand seperti Eaton dan Schneider Electric sebagai bagian dari layanan pengadaan hardware IT. Ceritakan kebutuhan Anda, tim Techarg siap memberikan konsultasi dan solusinya, termasuk perhitungan kebutuhan UPS kantor Anda. Hubungi kami.

